TUHAN
“Sebab TUHAN berkenan
kepada umat-Nya,
Ia
memahkotai orang-orang
yang rendah hati
dengan
keselamatan..”
Mazmur 149:4
Mazmur 149:1-
9 mengajar kita tentang
istilah “Umat Tuhan”.
Kata “Umat”
dalam kamus bahasa indonesia di
definisikan sebagai:
para penganut (pemeluk,
pengikut)
suatu agama; penganut nabi.
Kamus hanya mendefinisikan arti hurufiahnya,
tapi kalau kita pelajari lebih lanjut, maka kata
“Umat” adalah
sebuah kata yang kedalaman
maknanya bergantung kepada
siapa yang dijadikan
sesembahannya.
Misalnya kita sebut sebagai
“Umat Tuhan”.
Maka kata “Umat Tuhan”
mengandung banyak
dimensi, yaitu :
Dimensi
Pertama, orang-orang yang dipilih dan
diangkat Tuhan
untuk dijadikan sebagai orangorang milik Tuhan.
“Aku akan mengangkat kamu
menjadi umat-Ku
dan Aku akan menjadi Allahmu,
supaya kamu
mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN,
Allahmu,
yang membebaskan kamu dari kerja
paksa orang Mesir.”
(Keluaran 6:6).
Kedua, orang-orang yang ditebus Tuhan untuk
menjadi milik Tuhan sendiri.
“sedangkan TUHAN
telah mengambil kamu dan membawa kamu
keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk
menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang
terjadi sekarang ini.” (Ulangan 4:20).
Ketiga, orang-orang yang dipilih dan
dikuduskan oleh Tuhan, dan dijadikan sebagai
kesayangan-Nya. “Sebab engkaulah umat yang
kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang
dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di
atas muka bumi untuk menjadi umat kesayanganNya.” (Ulangan 7:6).
Keempat, orang-orang yang menerima janji
Tuhan, bahwa Tuhan akan berada di tengahtengah umat tebusan-Nya sendiri.
“Dari manakah gerangan akan diketahui,
bahwa aku telah mendapat kasih karunia di
hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini?
Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama
dengan kami, sehingga kami, aku dengan umatMu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di
muka bumi ini.” (Keluaran 33:16).
Kelima, orang-orang yang kehidupannya
dibedakan oleh Tuhan dari orang-orang yang
bukan umat Tuhan sendiri. “Dan Iapun akan
mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji,
ternama dan terhormat. Maka engkau akan
menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu,
seperti yang dijanjikan-Nya.” (Ulangan 26:19).
Mahkota
Seluruh dimensi umat Tuhan, digambarkan
oleh pemazmur dengan satu kalimat di ayat 4,
“Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia
memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan
keselamatan.”
Inilah yang menjadi alasan dari Pemazmur,
melalui mazmur ini untuk mengajak “Umat
Tuhan” memuji dan memuliakan Tuhan dengan
sorak sorai, tarian dan dengan rebana serta
kecapi, dengan hati yang bersuka ria, serta
kebanggaan akan Tuhan.
Dalam Perjanjian Baru rasul Petrus
berbicara kepada setiap orang yang
percaya kepada Yesus, “Tetapi kamulah
bangsa yang terpilih, imamat yang rajani,
bangsa yang kudus, umat kepunyaan
Allah sendiri, supaya kamu memberitakan
perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia,
yang telah memanggil kamu keluar dari
kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi
yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang
dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang
telah beroleh belas kasihan.” (I Petrus 2:9-10)
Oleh penebusan Kristus, maka kita
menjadi umat pilihan-Nya, menjadi
kesayanganNya dan beroleh belas kasihanNya. Itulah sebabnya
Tuhan disebut sebagai
Imanuel, yaitu Allah yang tinggal di dalam
hidup kita
dan selalu menyertai kita. Jadikanlah dirimu untuk tetap berkenan
kepada-Nya – Haleluya !
gabriel@blogspot.com


